Sabtu, 04 Juli 2026

KALPATARU 2026


 

Kabupaten Gowa kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Jamaluddin, pegiat lingkungan asal Desa Kanreapia, Kecamatan Tombolopao, berhasil meraih Penghargaan Kalpataru Kategori Perintis Tahun 2026 yang diserahkan pada rangkaian Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan INVIROTECH 2026 di Jakarta International Convention Center, Kamis (11/6).

Penghargaan tersebut diberikan atas dedikasi dan konsistensi Jamaluddin dalam pelestarian lingkungan serta pemberdayaan masyarakat melalui berbagai program berbasis edukasi dan aksi nyata yang dijalankannya selama bertahun-tahun.



Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, penghargaan ini menjadi kebanggaan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Gowa.

“Penghargaan ini menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Gowa. Prestasi yang diraih Bapak Jamaluddin menunjukkan bahwa konsistensi pelestarian lingkungan dapat memberikan dampak besar dan mendapat pengakuan di tingkat nasional,” ujar Bupati Talenrang saat dihubungi.

Ia menilai penghargaan tersebut merupakan hasil dari komitmen panjang Jamaluddin dalam menggerakkan masyarakat menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.



“Dedikasi beliau selama bertahun-tahun dalam menjaga lingkungan sekaligus memberdayakan masyarakat menjadi contoh yang patut diteladani. Ini membuktikan bahwa perubahan dapat dimulai dari desa dan tumbuh menjadi gerakan yang memberi manfaat luas,” lanjutnya.

Bupati Talenrang juga menegaskan bahwa keberhasilan Desa Kanreapia akan menjadi inspirasi bagi pengembangan program serupa di wilayah lain di Kabupaten Gowa.

“Kami ingin keberhasilan Desa Kanreapia menjadi inspirasi bagi wilayah lain di Kabupaten Gowa. Pemkab Gowa akan terus mendorong lahirnya lebih banyak inisiatif masyarakat yang berpihak pada kelestarian lingkungan,” tegasnya.

Sementara itu, Jamaluddin mengaku tidak pernah membayangkan aktivitas Rumah Koran yang dirintis sejak 2014 akan mengantarkannya meraih Penghargaan Kalpataru kategori Perintis Tahun 2026.

“Yang kami lakukan berawal dari kebutuhan menjaga desa dan sumber kehidupan masyarakat. Kami menjaga mata air, melakukan penghijauan, membangun embung pertanian, mengembangkan pertanian organik, hingga berbagi hasil panen kepada panti asuhan. Semua itu berjalan karena dukungan masyarakat,” katanya.

Menurut Jamaluddin, pelestarian lingkungan, tata kelola air, dan pertanian merupakan satu kesatuan yang saling mendukung. Berkat pengelolaan sumber air yang terus dijaga, pertanian di Kanreapia tetap produktif sepanjang musim, baik saat musim hujan maupun kemarau.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gowa, Azhari Azis mengatakan, pihaknya akan terus memperkuat berbagai program pembinaan dan edukasi lingkungan guna menjaga keberlanjutan gerakan yang telah tumbuh di tengah masyarakat.

“DLH Gowa akan terus memperkuat pendampingan dan edukasi lingkungan kepada masyarakat. Harapan kami, semakin banyak pelopor lingkungan yang tumbuh dan menggerakkan perubahan positif di daerahnya masing-masing,” ungkap Azhari.

Ia menambahkan, keberhasilan Jamaluddin menunjukkan bahwa pelestarian lingkungan yang dilakukan secara konsisten mampu menjadi contoh bagi generasi muda untuk terus berperan dalam menjaga kelestarian alam.(PS)

Sumber : Humas Gowa

Link :

https://humas.gowakab.go.id/perintis-lingkungan-asal-gowa-raih-kalpataru-2026/

 

Jumat, 29 Mei 2026

Bismillah Kalpataru


 Bagaimana Sejarah Penghargaan Kalpataru.


Penghargaan Kalpataru lahir dari keprihatian dan Paradigma Pembangunan Berwawasan Lingkungan yang digagas oleh Presiden Suharto dan Prof. Emil Salim, untuk memberikan peran dan pelibatan masyarakat dalam pelestarian lingkungan hidup. Tahun 1978 Presiden Soeharto menyampaikan “Pembangunan tidak harus bertentangan dengan pelestarian lingkungan hidup, pelestarian lingkungan hidup yang bertujuan memelihara kelanggengan sumberdaya alam tidak harus bertentangan dengan Pembangunan”.

Minggu, 22 Februari 2026

Menjadi Doktor Adalah Pilihan


Rasa penasaran seperti apa proses perkuliahan Doktor, saya ingin menjalaninya. hal ini menjadi diskusi yang panjang bersama Istri dan anak tercinta, hingga akhirnya lahirlah keputusan untuk menjalaninya. 

Seseorang melanjutkan pendidikan ke jenjang S3 karena mereka adalah orang - orang hebat, punya karier yang bagus, jabatan dan harta yang mencukupi. Namun kesempatan sekolah juga di miliki oleh siapa saja yang ingin menjalaninya walaupun kita bukanlah orang besar. hal itulah yang menjadi semangat dalam diri ini, bahwa yang perlu di perkuat adalah motivasi.

Minggu, 29 Juni 2025

Roadshow Satu Indonesia Awards 2025 di Manado


"Satukan Gerak, Terus Berdampak" menekankan pentingnya kolaborasi dan dampak berkelanjutan.

Rumah Koran adalah sebuah inisiatif literasi yang berlokasi di Desa Kanreapia, Kecamatan Tombolo Pao, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Inisiatif ini digagas untuk kemajuan desa dan pertanian dan berfokus pada peningkatan minat baca, terutama di kalangan petani, dengan memanfaatkan bangunan bekas kandang bebek yang direnovasi dan ditempeli koran. Rumah Koran juga berfungsi sebagai wadah pembinaan kelompok tani, pemuda tani dan mempromosikan produk pertanian dan potensi desa

Rumah Koran hadir memperlihatkan bahwa pemuda dapat menjadi agen perubahan positif di masyarakat melalui gerakan literasi dan pemberdayaan ekonomi. Kisah Rumah Koran hadir di Roadshow Satu Indonesia Awards tahun 2025 di Manado dengan tujuan menginspirasi pemuda Manado bahwa keberhasilan program literasi di tingkat desa bisa membawa perubahan nyata.

Selasa, 24 Juni 2025

Satu Indonesia Awards 2025


 Mari terus berbuat dan menebar Inspirasi, Satu Indonesia Awards 2025, melalui bincang inspiratif.