Senin, 03 Juli 2017

Lestarikan Buah Markisa dan Tetaplah Belajar di Rumah Koran




Upaya Pelestarian Buah Markisa, Dari Kita Dan Untuk Kita
Buah Markisa Menjadi Buah Khas Yang Pernah Berjaya Pada Tahun 1970-An dan menjadi tugas yang kepada kita semua untuk Kembali Di Budidayakan. Olehnya itu Kelompok Petani Markisa kembali melestarikan buah tersebut dengan Tujuan Agar Buah Khas Varietas Malino Ini Tetap Lestari.

Rabu, 07 Juni 2017

Jika Sarjana Memilih Kerja di Kantoran, Saya Memilih Kerja di Kebun




JADILAH BERBEDA,

JADILAH PEMBEDA,
BERBEDA ITU INDAH,
BERBEDA ITU BERAGAM,
KITA SATU DALAM GERAKAN YAKNI MAJUKAN KAMPUNG HALAMAN.
HIDUP ADALAH PILIHAN,
PILIHLAH YANG MENARIK,
PILIHLAH YANG UNIK,
KARENA ITU AKAN MENJADIKAN KITA BERBEDA,
JIKA BANYAK SARJANA MEMILIH KERJA KANTORAN, MAKA  KU PILIH KERJA DIKEBUN,

Bagiku ini menarik,

Rabu, 26 April 2017

Managemen dan Staf Hotel Ibis Makassar Bertani di Lokasi Percontohan Organik Gapoktan Butta Gowa



Managemen dan Staf Hotel Ibis Makassar Bertani  di Lokasi Percontohan Organik Gapoktan Butta Gowa


Operator Manager Hotel Ibis Makassar City Center, Tri Wenda Agus Setyabudi bersama Staf melakukan penanaman secara organic dan proses pengolahan sirup Markisa di Lokasi Percontohan Pertanian Organik Gapoktan Butta Gowa, selasa 25 April 2017 di Desa Kanreapia Kecamatan Tombolo Pao Kabupaten Gowa.

Minggu, 16 April 2017

Gerakan Literasi Melalui Rumah Koran



Majukan pertanian dengan konsep Literasi, Pagi, Siang dan Sore di lahan untuk bertani  dan waktu malam di gunakan untuk diskusi, baca buku dan menulis. Petani hari ini adalah kekinian, yaitu modern, canggih, terbuka dan mempunyai akses yang luas.
Petani hari ini terbuka yakni tiap petani mempunyai Sosial media, aktif memanfaatkan teknologi, pengalaman – pengalaman dan ilmu – ilmu baru yang di inginkan mudah di dapatkan oleh mereka karena media internet mampu mengantarkan mereka kepada Om Google sehingga ilmu pertanian yang di butuhkan mudah di dapatkan petani.
Petani Literasi adalah petani yang kreatif, inovatif dan kritis, karena petani literasi mampu melihat kebutuhan dan hak yang harus di peroleh oleh mereka. Petani literasi akan menuangkan gagasan, harapan dan ketidak sesuaian pemangku tugas dan jabatan dalam ruang lingkup pertanian.