Minggu, 14 Desember 2014

SURAT IZIN MENGEMUDI



SURAT IZIN MENGEMUDI (SIM)

Di Indonesia, Surat Izin Mengemudi (SIM) adalah bukti registrasi dan identifikasi yang diberikan oleh Polri kepada seseorang yang telah memenuhi persyaratan administrasi, sehat jasmani dan rohani, memahami  peraturan lalu lintas dan terampil mengemudikan kendaraan bermotor. Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan wajib memiliki Surat Izin Mengemudi sesuai dengan jenis Kendaraan Bermotor yang dikemudikan (Pasal 77 ayat (1) UU No.22 Tahun 2009)
Golongan SIM perseorangan

Kabupaten Gowa



                                                Kabupaten Gowa


Kabupaten Gowa terletak di bagian selatan Provinsi Sulawesi Selatan dengan luas wilayah 1.883,33 Km², atau setara dengan 4,02 persen luas Provinsi Sulawesi Selatan. Keadaan geografisnya digolongkan ke dalam daerah berdimensi dua, yaitu  terdiri atas dataran tinggi seluas 80,17% yang meliputi Kecamatan Parangloe, Manuju, Tinggimoncong, Tombolo Pao, Parigi, Bungaya, Bontolempangan, Tompobulu, dan Kecamatan Biringbulu dan dataran rendah seluas 19,83 % yang terdiri dari 9 (sembilan) Kecamatan yaitu Kecamatan Bontonompo, Bontonompo Selatan, Bajeng, Bajeng Barat, Pallangga, Barombong, Somba Opu dan Kecamatan Pattallassang.
Wilayah administrasi Kabupaten Gowa pada Tahun 2012 terdiri dari 18 Kecamatan, 121 Desa, 46 Kelurahan dan 674 Dusun/Lingkungan, berbatasan dengan 8(delapan) Kabupaten/Kota yaitu, sebelah Utara berbatasan dengan Kota Makassar, Kabupaten Maros dan Kabupaten Bone; Sebelah Timur dengan Kabupaten Sinjai, Kabupaten Bulukumba dan Kabupaten Bantaeng Sebelah Selatan dengan Kabupaten Takalar dan Kabupaten Jeneponto, dan di Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Takalar dan Kota Makassar.

Sabtu, 13 Desember 2014

Pendidikan Adalah modal Masa Depan




Jika kita menginginkan masa depan yang cerah, jalannya adalah berpendidikan. Pendidikan formal merupakan pendidikan yang mempunyai prosedur dan tahapan – tahapan yang mengarah kepada pembentukan karakter, sikap, dan prilaku. Pengertian pendidikan sendiri adalah
pelatihan, atau penelitian. Pendidikan sering terjadi di bawah bimbingan orang lain, tetapi juga memungkinkan secara otodidak. Setiap pengalaman yang memiliki efek formatif pada cara orang berpikir, merasa, atau tindakan dapat dianggap pendidikan. Pendidikan umumnya dibagi menjadi tahap seperti prasekolah, sekolah dasar, sekolah menengah dan kemudian perguruan tinggi, universitas atau magang.

Rabu, 10 Desember 2014

Objek Wisata



Objek Wisata di Kabupaten Gowa
Hutan Malino
Malino merupakan kawasan wisata yang memiliki panorama alam yang sangat menakjubkan. Kawasan ini berada di ketinggian 1.500 meter di atas permukaan laut terdapat Hutan Wisata Malino atau lebih dikenal dengan sebutan Hutan Pinus, karena terdapat banyak deretan pohon pinus yang tumbuh subur, kokoh, dan rindang. Selain itu, di kawasan ini juga terdapat tumbuhan peninggalan Belanda yang terbilang langka, seperti tumbuhan edelweiss dan pohon turi yang bunganya berwarna orange, serta jenis bunga masamba yang berubah warna setiap bulan….
Makam Sultan Hasanuddin

Senin, 08 Desember 2014

Tehnik Mencampur Pestisida Yang Tepat

Jangan mencampur pestisida langsung dalam tangki sprayer (hal ini seringkali di temui dilapangan), sebaiknya lakukan pencampuran pestisida dalam wadah plastik terlebih dahulu (ember). Setelah tercampur dalam ember baru masukkan dalam dalam tangki sprayer.
Jangan mencampur pestisida langsung dalam kaleng/ kemasannya tanpa mengencerkannya terlebih dahulu dengan air. (peristiwa ini juga sering di jumpai pada petani yang ingin serba praktis, atau terkadang merahasiakan pemakaianpestisidanya.

Sabtu, 06 Desember 2014

Cara Memulai Usaha



Cara Memulai Usaha
Memulai usaha adalah hal yang sangat sulit, darimana harus dimulai dan bagaimana cara memulainya, hal tersebut sangatlah susah. Banyak perencanaan hanya tinggal dalam catatan rencana yang tidak terealisasi, diakibatkan oleh takut dan susahnya memulai langkah untuk memulai.
Memulai usaha tidak akan terlaksana jika keraguan masih melekat dalam dada, berani dan segera bertindak. 
Lakukan dan Laksanakan segera, jangan menunda. Karena menunda akan menimbulkan rasa was – was dan akhirnya batal perencanaan yang ada.
Tispnya adalah :
-       Rencanakan dengan matang usaha yang akan ditargetkan
-       Lakukan segera, jangan menunda
-       Cari partner bisnis yang searah
-       Reviuw setiap langkah, agar pengeluaran dan pemasukan terhitung.
-       Evaluasi berkala bisnis kita, agar kekurangan dapat segera diperbaiki dan dilengkapi.
Demikian semoga bermanfaat.

Jumat, 05 Desember 2014

Vetran/Pejuang Bangsa Indonesia



Malam menunjutkan pukul 23.00 wita, tiba – tiba terdengar suara yang sepertinya membahas sesuatu. Suara dan langkah kaki itu terdengar menuju kerumah. Ternyata dugaan itu memang benar tiga orang tersebut menuju kerumah, sampai dirumah mereka saya persilahkan masuk dan  duduk.
Beberapa menit terdiam dan akhirnya saya, mendahului pembicaraan, keakrabanpun mulai terasa, bercanda dan sesekali tersenyum. Kakek kelahiran 1930 itu merupan Vetran, beliau benar-benar mengetahui kisah perjuangan masa lalu para pahlawan – pahlawan bangsa ini.
Era modern mulai dibahas, seakan kita yang lahir di tahun 1980-an

Kamis, 04 Desember 2014

PETANI MENJADI SARJANA DAN SARJANA KEMBALI BERTANI


A.  Petani Menjadi Sarjana

http://id.wikipedia.org/wiki/Petani, Petani adalah seseorang yang bergerak di bidang pertanian, utamanya dengan cara melakukan pengelolaan tanah dengan tujuan untuk menumbuhkan dan memelihara tanaman (seperti  padi, bunga, buah, sayuran dan lain lain), dengan harapan untuk memperoleh hasil dari tanaman tersebut untuk digunakan sendiri ataupun menjualnya kepada orang lain.
Petani menjadi sarjana adalah sesuatu yang menggembirakan, setiap orang bisa menjadi seorang Sarjana, setiap orang mempunyai kesempatan yang sama untuk menimba pengetahuan, sama halnya seorang petani punya kesempatan yang sama untuk menjadi seorang sarjana.
Sering di sanggap remeh menjadi seorang petani, padahal menjadi seorang petani juga membutuhkan skill, dan SDM yang cukup, agar lahan pertanian yang dikelola mampu tumbuh dan berkembang dengan maksimal, sehingga menghasilkan hasil panen yang maksimal.
Selalu muncul dalam pikiran kita, percuma saja menjadi sarjana kalau ujungnya menjadi seorang petani, padahal anggapan atau pemikiran itu salah besar. Apapun bentuk kerjaan yang menjadi aktifitas kita membutuhkan pengetahuan.

Minggu, 30 November 2014

Harga BBM Naik, dan harga hasil Panen Pertanian Turun




Beberapa pekan terakhir harga BBM telah ditetapkan menjadi Rp. 8500. Dengan bangga bangsa ini mencabut subsidi BBM, subsidi untuk masyarakat menengah kebawah. Subsidi yang mengurangi beban rakyat, mengurangi pengeluaran, mengurangi belanja dan mengurangi pengeluaran rakyat kecil.
Rakyat kini disuguhi dengan bantuan langsung tunai beberapa bulan kedepan, rakyat kini antri untuk mendapatkan bantuan tersebut, rakyat di ajari untuk selalu berpangku tangan, di ajari untuk selalu bergantung kepada penguasa, rakyat dilatih menjadi robot yang yang tidak punya daya dan kekuatan bergerak sendiri.
Beberapa bulan menjadi daya menenang, yakni dengan adanya bantuan langsung tunai masyarakat seakan dihipnotis untuk tidak mengamuk memprotes pemerintah. Sadar tidak sadar masyarakat dengan senang menunggu atau antri untuk mendapatkan bagian bantuan BBM.

Sabtu, 29 November 2014

Penipuan Lewat Inbox Face Book



Penipuan Lewat Inbox Face Book

Sabtu pagi….
Inbox Face Book – ku, ada kiriman perkenalan dari seseorang.
Inbox masuk :

hello Apa kabar anda hari ini?
Senang bisa berkenalan dengan Anda.
Semoga kita bisa menjadi teman disini.

Balasan Saya
kabar baik, dan selamat pagi.

Inbox balasan masuk :
Terima kasih untuk respon email Saya ini. Saya senang menerima balasan pesan dari Anda, Saya berharap ini akan menjadi awal dari sebuah persahabatan baru. Nama Saya Yernita Martitin 39th, Asli Saya dari Yogyakarta dan sekarang Saya menetap di England bersama Suami Saya. Saya disini Bekerja di perusahaan Suami Saya di bidang kontraktor. jika anda tidak keberatan bisakah anda bercerita tentang diri Anda agar kita saling mengenal satu sama lain.

Universitas Muslim Indonesia







                        Gelar adalah Amanah, pendidikan adalah satu proses pendewasaan menjadi manusia yang Lebih Baik. Proses yang panjang telah mampu dilalui, dan tiba waktunya amanah gelar disandang dan dipertanggung jawabkan. Pendidikan adalah kebutuhan manusia, karena pendidikan adalah bekal untuk menjalani kehidupan yang berkualitas. Semoga Amanah ini dapat dipertanggung jawabkan. Amin

Ijazah


Jumat, 28 November 2014

Kapan Wisuda


Kapan Wisuda?
Wisuda adalah salah satu rangkaian proses penyelesaian jenjang pendidikan, dengan mengikuti proses wisuda, seseorang dinyatakan lulus dan telah selesai dijenjang pendidikan yang sementara diikutinya.
Wisuda adalah kata yang selalu melekat dan selalu menjadi pertanyaan bagi setiap mahasiswa, baik pertanyaan itu timbul dari dalam diri sendiri maupun dari orang lain terutama orang tua. Masih teringat dalam ingatan kita, takkala kita pulang kampung, pertanyaan yang muncul pertama adalah : Kapan kamu wisuda ?.  
Kata kapan inilah yang mejadi bumerang

Kamis, 23 Oktober 2014

Cara Mendidik Anak




  • Apakah anda mulai merasa kesulitan mengendalikan perilaku anak anda?
  • Apakah anda dan pasangan sering nggak sepaham dalam mendidik anak anak?
  • Apakah anak anda sering merengek dan maksa untuk dituruti kemauannya?
  • Apakah anak anda sering berantem satu sama lain?
  • Apakah anda kesulitan karena anak anda selalu nonton tv atau maen ps?
Jika anda menjawab ya dari salah satu pertanyaan diatas, maka ada baiknya baca tips tips dibawah ini. Berikut ini adalah tips tips dari buku Ayah Edy ini.
1. Raja yang Tak Pernah Salah
Sewaktu anak kita masih kecil dan belajar jalan tidak jarang tanpa sengaja mereka menabrak kursi atau meja. Lalu mereka menangis. Umumnya, yang dilakukan oleh orang tua supaya tangisan anak berhenti adalah dengan memukul kursi atau meja yang tanpa sengaja mereka tabrak. Sambil mengatakan, “Siapa yang nakal ya? Ini sudah Papa/Mama pukul kursi/mejanya…sudah cup….cup…diem ya..Akhirnya si anak pun terdiam.
Ketika proses pemukulan terhadap benda benda yang mereka tabrak terjadi, sebenarnya kita telah mengajarkan kepada anak kita bahwa ia tidak pernah bersalah.
Yang salah orang atau benda lain. Pemikiran ini akan terus terbawa hingga ia dewasa. Akibatnya, setiap ia mengalami suatu peristiwa dan terjadi suatu kekeliruan, maka yang keliru atau salah adalah orang lain, dan dirinya selalu benar. Akibat lebih lanjut, yang pantas untuk diberi peringatan sanksi, atau hukuman adalah orang lain yang tidak melakukan suatu kekeliruan atau kesalahan.
Kita sebagai orang tua baru menyadari hal tersebut ketika si anak sudah mulai melawan pada kita. Perilaku melawan ini terbangun sejak kecil karena tanpa sadar kita telah mengajarkan untuk tidak pernah merasa bersalah.
Lalu, apa yang sebaiknya kita lakukan ketika si anak yang baru berjalan menabrak sesuatu sehingga membuatnya menangis? Yang sebaiknya kita lakukan adalah ajarilah ia untuk bertanggung jawab atas apa yang terjadi; katakanlah padanya (sambil mengusap bagian yang menurutnya terasa sakit): ” Sayang, kamu terbentur ya. Sakit ya? Lain kali hati-hati ya, jalannya pelan-pelan saja dulu supaya tidak membentur lagi.”
2. Berbohong Kecil
Awalnya anak-anak kita adalah anak yang selalu mendengarkan kata-kata orang tuanya, Mengapa? KArena mereka percaya sepenuhnya pada orang tuanya. Namun, ketika anak beranjak besar, ia sudah tidak menuruti perkataan atau permintaan kita? Apa yang terjadi? Apakah anak kita sudah tidak percaya lagi dengan perkataan atau ucapan-ucapan kita lagi?
Tanpa sadar kita sebagai orang tua setiap hari sering membohongi anak untuk menghindari keinginannya. Salah satu contoh pada saat kita terburu-buru pergi ke kantor di pagi hari, anak kita meminta ikut atau mengajak berkeliling perumahan. Apa yang kita lakukan? Apakah kita menjelaskannya dengan kalimat yang jujur? Atau kita lebih memilih berbohong dengan mengalihkan perhatian si kecil ke tempat lain, setelah itu kita buru-buru pergi? Atau yang ekstrem kita mengatakan, “Papa/Mama hanya sebentar kok, hanya ke depan saja ya, sebentaaar saja ya, Sayang.” Tapi ternyata, kita pulang malam. Contah lain yang sering kita lakukan ketika kita sedang menyuapi makan anak kita, “Kalo maemnya susah, nanti Papa?Mama tidak ajak jalan-jalan loh.” Padahal secara logika antara jalan-jalan dan cara/pola makan anak, tidak ada hubungannya sama sekali.
Dari beberapa contah di atas, jika kita berbohong ringan atau sering kita istilahkan “bohong kecil”, dampaknya ternyata besar. Anak tidak percaya lagi dengan kita sebagai orang tua. Anak tidak dapat membedakan pernyataan kita yang bisa dipercaya atau tidak. akibat lebih lanjut, anak menganggap semua yang diucapkan oleh orang tuanya itu selalu bohong, anak mulai tidak menuruti segala perkataan kita.
Apa yang sebaiknya kita lakukan?
Berkatalah dengan jujur kepada anak. Ungkapkan dengan penuh kasih dan pengertian:
“Sayang, Papa/Mama mau pergi ke kantor. Kamu tidak bisa ikut. Tapi kalo Papa/Mama ke kebun binatang, kamu bisa ikut.”
Kita tak perlu merasa khawatir dan menjadi terburu-buru dengan keadaan ini. Pastinya membutuhkan waktu lebih untuk memberi pengertian kepada anak karena biasanya mereka menangis. Anak menangis karena ia belum memahami keadaan mengapa orang tuanya harus selalu pergi di pagi hari. Kita harus bersabar dan lakukan pengertian kepada mereka secara terus menerus. Perlahan anak akan memahami keadaan mengapa orang tuanya selalu pergi di pagi hari dan bila pergi bekerja, anak tidak bisa ikut. Sebaliknya bila pergi ke tempat selain kantor, anak pasti diajak orang tuanya. Pastikan kita selalu jujur dalam mengatakan sesuatu. Anak akan mampu memahami dan menuruti apa yang kita katakan.
3. Banyak Mengancam
“Adik, jangan naik ke atas meja! nanti jatuh dan nggak ada yang mau menolong!”
“Jangan ganggu adik,nanti MAma/Papa marah!”
Dari sisi anak pernyataan yang sifatnya melarang atau perintah dan dilakukan dengan cara berteriak tanpa kita beranjak dari tempat duduk atau tanpa kita menghentikan suatu aktivitas, pernyataan itu sudah termasuk ancaman. Terlebih ada kalimat tambahan “….nanti Mama/Papa marah!”
Seorang anak adalah makhluk yang sangat pandai dalam mempelajari pola orang tuanya; dia tidak hanya bisa mengetahui pola orang tuanya mendidik, tapi dapat membelokkan pola atau malah mengendalikan pola orang tuanya. Hal ini terjadi bila kita sering menggunakan ancaman dengan kata-kata,namun setelah itu tidak ada tindak lanjut atau mungkin kita sudah lupa dengan ancaman-ancaman yang pernah kita ucapkan
Apa yang sebaiknya kita lakukan? .
Kita tidak perlu berteriak-teriak seperti itu. Dekati si anak, hadapkan seluruh tubuh dan perhatian kita padanya. tatap matanya dengan lembut, namum perlihatkan ekspresi kita tidak senang dengan tindakan yang mereka lakukan. Sikap itu juga dipertegas dengan kata-kata, “Sayang, Papa/Mama mohon supaya kamu boleh meminjamkan mainan ini pada adikmu. Papa/Mama akan makin sayang sama kamu.” Tidak perlu dengan ancaman atau teriaka-teriakan. Atau kita bisa juga menyatakan suatu pernyataan yang menjelaskan suatu konsekuensi, misal “Sayang, bila kamu tidak meminjamkan mainan in ke adikmu,Papa/Mama akan menyimpan mainan ini dan kalian berdua tidak bisa bermain. MAinan akan Papa/Mama keluarkan, bila kamu mau pinjamkan mainan itu ke adikmu. Tepati pernyataan kita dengan tindakan.
4. Bicara Tidak Tepat Sasaran
Pernahkah kita menghardik anak dengan kalimat seperti, “Papa/Mama tidak suka bila kamu begini/begitu!” atau “Papa/Mama tidak mau kamu berbuat seperti itu lagi!” Namun kita lupa menjelaskan secara rinci dan dengan baik, hal2 atau tindakan apa saja yang kita inginkan. Anak tidak pernah tahu apa yang diinginkan atai dibutuhkan oleh orang tuanya dalam hal berperilaku. Akibatnya anak terus mencoba sesuatu yang baru. Dari sekian banyak percobaan yang dilakukannya, ternyata selalu dikatakan salah oleh orang tuanya. Hal ini mengakibatkan mereka berbalik untuk dengan sengaja melakukan hal2 yang tidak disukai orang tuanya. Tujuannya untuk mrmbuat orang tuanya kesal sebagia bentuk kekesalan yang juga ia alami (tindakannya selalu salah di hadapan orang tua).
Apa yang sebaiknya kita lakukan?
Sampaikanlah hal2 atau tindakan2 yang kita inginkan atau butuhkan pada saat kita menegur mereka terhadap perilaku atau hal yang tidak kita sukai.Komnikasikan secara intensif hal atau perilaku yang kita inginkan atau butuhkan. Dan pada waktunya, ketika mereka sudah megalami dan melakukan segala hal atau perilaku yang kita inginkan atau butuhkan , ucapkanlah terimakasih dengan tulus dan penuh kasih sayang atas segala usahanya untuk berubah.
5. Menekankan pada Hal-hal yang salah
Kebiasaan ini hampir sama dengan kebiasaan di atas. Banyak orang tua yang sering mengeluhkan tentang anak2nya tidak akur, suka bertengkar. Pada saat anak kita bertengkar, perhatian kita tertuju pada mereka, kita mencoba melerai atau bahkan memarahi. Tapi apakah kita sebagai orang tua memperhatikan mereka pada saat mereka bermain dengan akur? Kita seringkali menganggapnya tidak perlu menyapa mereka karena mereka sedang akur. Pemikiran tersebut keliru, karena hak itu akan memicu mereka untuk bertengkar agar bisa menarik perhatian orang tuanya,
Apa yang sebaiknya kita lakukan?
Berilah pujian setiap kali mereka bermain sengan asyik dan rukun, setiap kali mereka berbagi di antara mereka dengan kalimat sederhana dan mudah dipahami, misal: ”Nah, gitu donk kalau main. Yang rukun.” Peluklah mereka sebagai ungkapan senang dan sayang.
6. Merendahkan Diri Sendiri
Apa yang anda lakukan kalau melihat anak anda bermain Playstation lebih dari belajar? Mungkin yang sering kita ucapkan pada mereka, “Woy… mati in tuh PS nya, ntar dimarahin loh sama papa kalo pulang kerja!” Atau kita ungkapkan dengan pernyataan lain, namun tetap dengan figur yang mungkin ditakuti oleh anak pada saat itu. Contoh pernyataan ancaman diatas adalah ketika yang ditakuti adalah figur Papa.
Perhatikanlah kalimat ancaman tersebut. Kita tidak sadar bahwa kita telah mengajarkan pada anak bahwa yang mampu untuk menghentikan mereka maen ps adalah bapaknya, artinya figure yang hanya ditakuti adalah sang bapak. Maka jangan heran kalau jika anak tidak mengindahkan perkataan kita karena kita tidak mampu menghentikan mereka maen ps.
Apa yang sebaiknya kita lakukan?
Siapkanlah aturan main sebelum kita bicara; setelah siap, dekati anak, tatap matanya, dan katakan dengan nada serius bahwa kita ingin ia berhenti main sekarang atau berikan pilihan, misal “Sayang, Papa/Mama ingin kamu mandi. Kamu mau mandi sekarang atau lima menit lagi?” bila jawabannya “lima menit lagi Pa/Ma”. Kita jawab kembali, “Baik, kita sepakat setelah lima menit kamu mandi ya. Tapi jika tidak berhenti setelah lima menit, dengan terpaksa papa/mama akan simpan PS nya di lemari sampai lusa”. Nah, persis setelah lima menit, dekati si anak, tatap matanya dan katakan sudah lima menit, tanpa tawar menawar atau kompromi lagi. Jika sang anak tidak nurut, segera laksanakan konsekuensinya.
7. Papa dan Mama Tidak Kompak
Mendidik abak bukan hanya tanggung jawab para ibu atau bapak saja, tapi keduanya. Orang tua harus memiliki kata sepakat dalam mendidik anak2nya. Anak dapat dengan mudah menangkap rasa yang menyenangkan dan tidak menyenangkan bagi dirinya. Misal, seorang Ibu melarang anaknya menonton TV dan memintanya untuk mengerjakan PR, namun pada saat yang bersamaan, si bapak membela si anak dengan dalih tidak mengapa nonton TV terus agar anak tidak stress. Jika hal ini terjadi, anak akan menilai ibunya jahat dan bapaknya baik, akibatnya setiap kali ibunya memberi perintah, ia akan mulai melawan dengan berlindung di balik pembelaan bapaknya. Demikian juga pada kasus sebaliknya. Oleh karena itu, orang tua harus kompak dalam mendidik anak. Di hadapan anak, jangan sampai berbeda pendapat untuk hal2 yang berhubungan langsung dengan persoalan mendidik anak. Pada saat salah satu dari kita sedang mendidik anak, maka pasangan kita harus mendukungnya. Contoh, ketika si Ibu mendidik anaknya untuk berlaku baik terhadap si Kakak, dan si Ayah mengatakan ,”Kakak juga sih yang mulai duluan buat gara2…”. Idealnya, si Ayah mendukung pernyataan, “Betul kata Mama, Dik. Kakak juga perlu kamu sayang dan hormati…

Sumber : Buku mengapa Anak Saya Suka Melawan dan Susah di Atur

Senin, 20 Oktober 2014

Hobby Menulis



Kata – kata
Setiap hari saya berusaha merangkai kata, entah kata tersebut sudah sesuai dengan Ejaan yang Disempurnakan atau jauh dari kaidah tersebut. Hal tersebut harus menjadi pegangan untuk merangkai kata.
Kata – kata yang saya rangkai merupakan gagasan – gagasan atau ide – ide yang keluar dari imajinasi keseharian.
Menulis adalah merupakan salah satu cara untuk menuangkan gagasan dalam bentuk tulisan, melalui hal tersebut semoga orang – orang yang membacanya mampu bermanfaat.
Kata – kata yang tersusun dari beberapa huruf, harus mampu dipilih dalam pilihan kata menjadi satu kalimat agar penyusunannya tidak keluar dari kaidah bahasa Indonesia.
Apapun bentuk tulisannya, adalah merupakan luapan pikiran yang dituangkan dalam satu bentuk tulisan.

Minggu, 19 Oktober 2014

Biaya Pernikahan Raffi VS Pelantikan bapak Jokowi

Pernikahan Raffi dan Gigi  begitu luar biasa sehingga negeri ini seakan dihipnotis dengan kemewahannya, semua station televisi memberitakan pernikahan Raffi dan Gigi. bertepatan dengan persiapan pelantikan presiden RI. keduanya menjadi topik pembahasan dinegeri ini, 

Bapak jokowi dikenal begitu sederhana, dari kesederhanaanya dapat terlihat dari kostum atau pakaian yang dipakainya yang hanya bernilai dari harganya ratusan ribu rupiah. Dari kesederhanaan tersebutlah yang akhirnya mengantarkannya menjadi orang nomor satu dinegeri ini (INDONESIA) menjadi pemimpin negara (PRESIDEN).

Sabtu, 18 Oktober 2014

Ada Apa ?



Ada Apa Dengan Kita?

Saudaraku, saat mobil mewah dan mulus yang kita miliki tergores, goresannya bagai menyayat hati kita. Saat kita kehilangan handphone di tengah jalan, separuh tubuh ini seperti hilang bersama barang kebanggaan kita tersebut. Saat orang mengambil secara paksa uang kita, seolah terampas semua harapan.
Tetapi saudaraku, tak sedikitpun keresahan dalam hati saat kita melakukan perbuatan yang melanggar perintah Allah, kita masih merasa tenang meski terlalu sering melalaikan sholat, kita masih berdiri tegak dan sombong meski tak sedikitpun infak dan shodaqoh tersisihkan dari harta kita, meski disekeliling kita anak-anak yatim menangis menahan lapar. Saudaraku, ada apa dengan kita?