Sabtu, 15 Desember 2012

Menentukan Masa Depan

Masa Depan adalah masa yang di nanti - nantikan oleh semua orang, di belahan bumi manapun, karena masa depan adalah masa  transisi dari perjuangan hari ini menuju hari esok. Langkah yang kita kerjakan hari ini akan menentukan hari esok.

Banyak manusia yang hanya mampu melalui tahapan khayalan, sehingga dia hanya mampu berputar - putar dalam putaran impian. bermimpi itu boleh tetapi berbuat dan melangkah itu lebih baik...

Kata Pepatah : Hasil akan sebanding dengan Usaha....

DESA BERDATA DESA BERDAYA

Satu rasa syukur bisa mengikuti kegiatan Penguatan Pemetaan Interaktif Sosial, LSM The Gowa Center adalah salah satu Lembaga yang mengikuti Rapat Koordinasi Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Kelurahan ( BPMPDK ) Sul - sel. Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 08 - 09 November 2012, bertempat di Hotel Grand Palace Makassar. 

Kegiatan ini sebagai kegiatan untuk membahas hasil kerja atau evaluasi dan kegiatan - kegiatan yang telah di terapkan untuk membatu masyarakat dalam memberdayakan masyarakat. Kegiatan ini juga adalah kegiatan rutin yang di adakan tiap tahun untuk menjabarkan kegiatan kepada kemitraan ACCESS Phase II dengan enam LSM  di Enam Kabupaten di Sul - sel, yaitu Kab. Gowa, Takalar, jeneponto,  Bantaeng, Selayar dan Soppeng.

TGC. The Gowa Center, salah satu lembaga pusta kajian, dokumentasi, dan pembelajaran di Sulsel menjadi salah satu narasumber dalam Rapat Koordinasi Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Kelurahan (BPMPDK) Sulsel. Kegiatan ini dihadiri  70-an orang berasal dari Pemkab dan mitra ACCESS Phase II dari Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, dan Selayar, BPMPDK Soppeng, serta pengurus Balai Rujukan Keluarga dan Pusat Layanan Pembangunan (Baruga Sayang). Kegiatan berlangsung dari tanggal 8-9 Nopember 2012 di Hotel Grand Palace Makassar.
Kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan untuk menyebarkan contoh terbaik dari kemitraan ACCESS Phase II dengan lembaga lokal di enam kabupaten di Sulsel. Kali  ini mengambil tema “Desa Berdata, Desa Berdaya” menampilkan hasil Pemetaan Apresiatif Desa (PAD) yang dilaksanakan lembaga lokal yang melibatkan  warga secara aktif dalam pembuatannya.

Jumat, 14 Desember 2012

SOSIALISME DAN AGAMA


Tugas individu
Mengikuti LKM/ COACING INSTRUKTUR


SOSIALISME DAN AGAMA





 Oleh :
Jamaluddin



KELOMPOK STUDI  DAN KARYA PUTRA – PUTRI BANTAENG
 KOSKAR PPB
2010



KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Allah Swt  atas segala Nikmat yang diberikan, terutama Nikmat kesehatan dan kesempatan sehingga Makalah ini dapat diselesaikan penyusunannya.
Makalah ini disusun sebagai suatu upaya untuk melihat  dan menerawan tentang sosialisme dan agama dalam mengenal kemandirian Negara kesatuan Republik Indonesia.
Untuk memudahkan pembahasan ini, materi lebih banyak diarahkan ke pembahasan mengenai sejarah, perjalanan dan kehidupan bangsa yang sangat sederhana agar mudah dipahami dan dibenah agar kedepannya lebih baik.

SENYUM MANIS DIPAGI HARI

TersenyumLah di Pagi hari,
dan hiruplah udara pagi,
udara yang masih segar,
kesegaran yang akan membawa
kita untuk berfikir positif

Melangkahlah di pagi hari
dengan hati yang riang
dan jiwa yang Optomis
bahwa apa yang kita impikan
dipagi ini akan terwujud

giatlah dipagi hari
untuk beraktifitas
karena kerja keras
akan membawa kita
untuk bisa merasakan
indahnya buah perjuangan

Kamis, 13 Desember 2012

Monitoring, Evaluasi, dan Learning



LANGKAH KAKI MENOREHKAN JEJAK MEL MENUJU MUTU
PENDIDIKAN PARTISIPATIF DI KAB. GOWA

Kata partisipatif adalah kata yang bermakna keikut sertaan semua elemen dalam merintis pendidikan yang bermutu di Kab. Gowa kec. Bontonompo Kegiatan itu mencakup perubahan fundamental mengenai cara sekolah dikelola dan cara mengungkapkan peranan dan hubungan kepala sekolah dengan masyarakat sekolah. Pengambilan keputusan partisipatif adalah proses membuat keputusan sekolah dalam suasana kerjasama pada semua level. Proses MEL dalam pengumpulan data di awali dari uji coba koesioner, proses ini berlangsung dalam pola yang berfokus ke 12 sekolah dampingan The Gowa Center dan 9 desa se-kecamatan Bontonompo . Pengambilan data dikumpulkan  dari desa ke desa  yang secara

DESAIN PROSES DAN JASA

JAMALUDDIN DG. ABU:
<!--[if !mso]>v\:* {behavior:url(#default#VML);}o...
: Mk. Manajemen Produksi/Operasional DESAIN PROSES PRODUK DAN JASA          ...


Mk. Manajemen Produksi/Operasional

DESAIN PROSES PRODUK DAN JASA
                  


 
                OLEH : JAMALUDDIN
        NIM : 0003. 01. 35. 2012





PROGRAM PASCASARJANA
MAGISTER MANAJEMEN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
2012



KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah Swt atas rahmat dan karunianya sehingga penyusunan makalah ini bisa diselesaikan dengan baik, mengingat pentinnya perkembangan Manajemen Produksi atau Operasional, maka peran dari semua pihak harus mampu menampilkan keterlibatannya dalam mensukseskan jalannya perkembangan Manajemen Produksi Modern
Makalah ini adalah bukti pentingnya suatu tampilan aktivitas fungsi operasi – operasi modern, karena dengan menghadirkan pengenalan yang luas pada bidang operasi dengan cara yang realistis dan praktis maka akan menghadirkan pemahaman dan Hubungan kerja sama untuk dapat mensukseskan jalannya pencitraan manusia yang lebih bermartabat sesuai dengan harkat dan martabatnya.
Tujuan makalah ini adalah bagaimana suatu bingkai produksi memiliki dampak yang yang berjangka panjang dan efisien karena Perkembangan teknologi membuat sistem produksi juga ikut berkembang, yaitu pemakaian mesin – mesin dan peralatan berbasis komputer dalam kegiatan produksi untuk menghasilkan barang dan jasa
Saran dan kritik yang sifatnya membangun sangat kami harapkan, guna penyusunan makalah selanjutnya yang lebih baik.



                                                                                                                  Makassar,  Juni 2012

                                                                                                                 
                                                                                                                         JAMALUDDIN


Daftar Isi
HALAMAN JUDUL
Kata Pengantar…………………………………………………………………..           
Daftar Isi…………………………………………………………………………….
BAB     I    PENDAHULUAN
Latar Belakang......................................................................................................
Rumusan Masalah……………………………….....................................................
BAB    II    PEMBAHASAN.
A.   Strategi Desain Produk dan Jasa..............................................................
B.   Proses pendesainan..................................................................................
C.   Pemilihan produk dan jasa........................................................................
D.   Persaingan berdasarkan waktu.................................................................
E.   Transisi menuju produksi...........................................................................

BAB   III    PENUTUP
Kesimpulan….......................................................................................................



BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pemahaman yang kuat mengenai peranan operasi dalam suatu organisasi akan memberikan pemahaman untuk  memahami bagaimana Manajemen Operasi    ( MO ) memengaruhi proses keberhasilan suatu produk dan jasa. Produk yang baik merupakan kunci keberhasilan dan strategi yang yang kurang baik dapat menghancurkan perusahaan
Dalam sebuah Perusahaan harus mampu memfokuskan diri hanya pada beberapa produk dan berkonsentrasi pada produk – produk tersebut, karena terdapat pilihan dalam pemilihan, penetapan, dan perancangan produk, karena kebutuhan manusia sering menghadirkan suatu stimulus kuat untuk menciptakan produk dan jasa yang baru. Melalui rancangan proses yang didefinisikan terlebih dahulu dengan cermat karena rancangan proses ini memiliki dampak berjangka panjang terhadap kinerja proses, termasuk efisiensi, efektifitas, dan produktifitas sistem.
Proses desain harus mampu dengan cepat memenuhi tuntutan kebutuhan pelanggan karena apabila proses desain memerlukan waktu yang lama, pada selang waktu yang panjang maka akan terdapat banyak pesaing yang mampu memperkenalkan produk atau jasa yang baru, atau mampu menawarkan produk yang penampilannya lain dari produk sebelumnya yang kita dapat menghasilkannya . namun demikian, implementasi visi dan misi itu memerlukan rumusan strategi agar dapat dioptimalkan pencapaiannya, karena sasaran yang berkaitan dengan usaha memuaskan para pelanggan, terkait kualitas produk dan layanan.





B. Rumusan masalah
Adapun rumusan masalahnya adalah :
1.    Faktor – faktor apa yang mempengaruhi Desain proses, Produk, dan Jasa?
2.    Sejauh mana tingkat persaingan berdasarkan waktu?
3.    Seberapa pentingkah definisi suatu produk?
4.    Seberapa besar partisipasi pelanggan dalam perangcangan dan produksi jasa?


BAB II
PEMBAHASAN
A.  Strategi desain proses dan jasa
Dilihat dari sudut strategis, desain mendefinisikan pelanggan sasaran perusahaan, dan juga perusahaan pesainnya. Untuk dapat menghasilkan desain yang baik, maka desain harus memaksimalkan pemanfaatan kompetensi inti perusahaan. Kompetensi ini pada dasarnya merupakan kapasitas atau kemampuan personil perusahaan untuk melakukan sesuatu berdasarkan keahlian, pengetahuan, dan pengalaman. Pada saat yang sama desain ini juga merupakan pendorong utama terciptannya perubahan, sebab produk dan jasa yang baru kadang – kadang menentukan lahirnya pasar yang baru dan mensyaratkan proses pengerjaan produk atau jasa yang baru. Sasaran utama jangka panjang sebuah perusahaan secara garis besar dapat dilihat dalam rumusan visinya, dan upaya untuk mencapainya dijabarkan dalam misi perusahaan, adapun proses desain akan efektif jika bisa memenuhi proses sbb :
·         Karateristik produk atau jasa selaras dengan persyaratan kebutuhan pelanggan
·         Pastikan bahwa persyaratan kebutuhan pelanggan dipenuhi secara paling sederhana dan paling murah
·         Kurangi waktu yang diperlukan untuk mendesain suatu produk atau jasa baru
·         Memperkecil revisi yang diperlukan untuk membuat suatu desain yang dapat dikerjakan
Perancangan dan kegiatan pengolahan ( manufacturing ) sebagai proses kerja yang mengubah bahan mentah menjadi barang jadi yang siap dijual merupakan kegiatan produksi yang sangat dekat dengan tekhnik dan rekayasa ( engineering ), karena itu teknik manufaktur berkaitan dengan produksi yang meliputi, Desain produk, Desain proses produksi dan Manajemen Produksi
Berkaitan dengan pemanfaatan sarana pengolahan untuk memproses aktivitas pengolahan produk yang sekarang serta produk baru, hasil pengembangan produk , maka desain proses sangat penting. Ada empat jenis fokus dalam desain proses menurut Heizer dan Render yaitu :


1.      Fokus pada proses
Proses pengerjaan yang berfokus pada proses perupakan suatu jenis organisasi manufaktur di mana kedua aspek, peralatan produksi dan tanggung jawab staf manajemen dijelaskan oleh proses produksi. Ciri – ciri perusahaan yang menjalankan produksi yang berfokus pada proses adalah sebagai berikut :
a.       Fasilitas organisasi di sekitar aktivitas atau proses khusus, dan alat yang sama fungsinya ditempatkan pada ruangan yang sama
b.      Perlengkapan berguna banyak ( multipurpose machines or equipment ) dan dilayani oleh personil yang terampil ( skiller labor )
c.       Produk memiliki kelenturan yang tinggi, jenis dan mutunya didasarkan pada pesanan pelanggan
d.      Produk bernilai tinggi dan penggunaan alat produksi yang biasa
e.       Aliran produk mungkin berubah dan oleh karena itu perencanaan dan penjadwalan menjadi , tantangan manajer pabrikasi
2.      Fokus pada produksi berulang
Fokus pada produksi berulang merupakan metode produksi berulang dari produk tertentu yang sama atau keluarga produk. Metodologi berulang mengurangi penyetelan, persediaan, dan lead time pengolahan dengan menggunakan lini produksi, lini perakitan atau sel kerja
3.      Fokus pada produk
Fokus pada produk adalah suatu jenis organisasi manufaktur dimana kedua hal, mesin – mesin atau peralatan produksi dan tanggung jawab staf digambarkan oleh produk atau segmen pasar.
4.      Fokus pada kostumisasi
Kostumisasi masal, kreasi produksi bervolume tinggi dengan kerangaman yang besar sehingga pelanggan mungkin menentukan suatu model yang pasti dari produk akhir bervolume besar yang mungkin biaya pabrikasinya rendah karena didukung oleh keluaran yang besar

B.   Proses pendesainan
Proses Desain produk dan jasa merupakan suatu kegiatan yang senantiasa berlangsung secara lintas departemen dan fungsional, menekankan adanya interaksi masukan atau pemikiran, koordinasi, dan tindakan dari fungsi pemasaran, kerekayasaan industrial, produksi, sumber daya manusia, dan hukum. Proses desain dapat dibagi menjadi tiga tahapan utama, yaitu tahapan pengumpulan ide untuk membuat naskah desain, tahapan perumusan desain fisik produk, dan tahap pendesainan proses produksi. Mengetahui bagaimana menemukan dan mengembangkan produk baru dengan sukses merupakan suatu keharusan.
Pengembangan produk baru yang agresif mengharuskan organisasi membangun struktur internal dan membuka komunikasi dengan pelanggan, budaya organisasinya inovatif, penelitian dan pengembangannya (litbang) agresif, kepemimpinananya kuat, bonusnya bersifat normal, serta pelatihan. Baru setelah itu, sebuah perusahaan dapat menghasilkan keuntungan dan memusatkan perhatiannya dengan bersemangat pada peluang tertentu sebagaimana dituliskan di bawah ini.
·         Memahami pelanggan merupakan permasalahan utama dalam pengembangan produk baru. Banyak produk penting biasanya dipikirkan pertama kali, bahkan dibentuk oleh pengguna dan bukan oleh produsen. Beberapa produk cenderung dikembangkan oleh  lead users - perusahaan, organisasi, atau perorangan yang peka terhadap tren pasar dan mempunyai kebutuhan di luar kebutuhan pengguna biasa. Manajer operasi harus “menyesuaikan diri” pada pasar, terutama para lead users ini.
·         Perubahan ekonomis menyebabkan meningkatnya tingkat kemakmuran pada jangka panjang, tetapi sitklus ekonomis dan harga berubah pada jangka pendek. Sebagai contoh, semakin banyak orang bisa membeli mobil pada jangka panjang, tetapi resesi dapat menurunkan jumlah permintaan untuk mobil pada jangka pendek.
·         Perubahan sosiologis dan demografis dapat muncul pada beberapa faktor seperti berkurangnya ukuran keluarga. Tren mengubah prefensi pada ukuran rumah, apartemen dan mobil.
·         Perubahan teknologi yang membuat segalanya mungkin, mulai dari telepon genggam hingga IPOD hingga jantung buatan.
·         Perubahan politik/peraturan menghasilkan perjanjian perdagangan yang baru, tarif yang baru, dan juga persyaratan kontrak yang baru dengan pemerintah.
·         perubahan lain dapat muncul melalui kebiasaan pasar, standar profesional, pemasok  dan distributor.

 C.  Pemilihan produk dan jasa
Berbagai pilihan strategi produk menunjang keunggulan bersaing, terdapat banyak pilihan dalam pemilihan, penetapan, dan perancangan produk. Pemilihan produk adalah proses pemilihan produk dan jasa untuk dapat disajikan kepada pelanggan atau klien. Sebagai contoh, rumah sakit melakukan spesialisasi pada berbagai jenis pasien dan prosedur kesehatan. Manajemen rumah sakit dapat memutuskan untuk mengoperasikan rumah sakit umum, rumah sakit bersalin, atau sebagaimana dalam kasus rumah sakit Sholdice di Kanada yang mengkhususkan diri pada penyakit hernia. Rumah sakit memilih produk saat mereka memutuskan jenis yang mereka inginkan karena pemilihan produk mempengaruhi sistem produksi secara keseluruhan.
Taco Bell telah mengembangkan dan menjalankan sebuah strategi biaya rendah melalui desain produk, dengan merancang sebuah produk ( Menu ) yang dapat diproduksi dengan jumlah karyawan yang minimun di dapur yang kecil, Taco Bell telah mengembangkan sebuah produk berbianya rendah dan bernilai tinggi . desain produk yang sukses menjadikan Taco Bell meningkatkan kandungan makanan produknya dari 27 sen menjadi 45 untuk setiap penjualannya
Keputusan produk sangatlah mendasar bagi strategi organisasi dan berdampak luas terhadap seluruh fungsi operasi, sebagai contoh, batang kemudi GM merupakan contoh yang menunjukkan peranan penting desain produk dalam kualitas dan efisiensi. Batang kemudi yang baru mempunyai desain yang lebih sederhana dengan komponen 30% lebih sedikit daripada sebelumnya. Hasilnya : waktu perakitannya hanya sepertiga daripada waktu perakitan batang kemudi yang lama, dan kualitas batang kemudi yang baru lebih baik hingga tujuh kali lipat. Sebagai tambahan, biaya mesin – mesin pada lini produksi yang baru mencapai sepertiga lebih rendah dibandingkan lini produksi yang lama.
Beberapa devinisi siklus hidup produk
a.       Siklus hidup produk
Produk – produk dilahirkan, mereka hidup dan mati, mereka disingkirkan oleh masyarakat yang terus berubah. Siklus hidup produk berusia hanya beberapa jam     ( koran ), bulan ( model baju ), tahun ( rekaman piringan hitam ), atau dekade (Volswagen beetle )
b.      Siklus hidup dan strategi
Sebagaimana para manajer operasi harus siap mengembangkan produk baru.

D.  Persaingan berdasarkan waktu
Seiring siklus hidup produk memendek, kebutuhan pengembangan produk yang lebih cepat menjadi meningkat. Ditambah lagi di saat produk-produk baru yang menggunakan teknologi lebih canggih semakin banyak bermunculan, pengeluaran dan risiko yang ada juga meningkat. Sebagai contoh, perusahaan obat menginvestasikan waktu rata-rata 12 hingga 15 tahun dan dana sebesar $400 juta sebelum mendapatkan pengesahan untuk setiap obat baru. Bahkan, kemudian, hanya 1 dari 5 yang benar - benar akan sukses. Manajer operasi yang menguasai seni pengembangan produk secara bertahap akan memenangkan kompetisi diantara para pengembang produk yang lebih lambat. Merekalah yang dapat memperoleh keunggulan bersaing. Konsep inilah yang disebut persaingan berdasarkan waktu (time-based competition).
Boeing juga menggunakan keahlian rekayasanya untuk bermigrasi dari suatu model ke model lainnya. Pendekatan ini membuat Boeing dapat mempercepat pengembangan sekaligus mengurangi biaya dan resiko desain yang baru. Pendekatan ini juga disebut pembuatan platform produk. Black & Decder telah menggunakan keahlian “platform” dalam peralatan tangan untuk menguasai posisi terdepan di pasar. Dengan cara yang sama,Hewlett-packard telah melakukannya dalam bisnis printer. Perbaikan dan migrasi adalah cara pembuatan  produk yang memanfaatkan keahlian yang ada dan memperluas siklus hidup produk.

E.   Transisi menuju produksi
Akhirnya, suatu produk, baik itu berupa barang maupun jasa, telah dipilih, dirancang, dan didefenisikan. Produk telah berkembang dari sebuah ide menjadi definisi yang fungsional, kemudian mungkin menjadi sebuah desain. Sekarang, manajemen harus membuat keputusan untuk mengembangkan ide produk tersebut lebih lanjut dan memproduksinya, atau menghentikannya. Satu dari seni manajemen modern adalah mengetahui kapan memindahkan sebuah produk dari tahap pengembangan ke tahap produksi, pemindahan ini dikenal sebagai sebagai transisi menuju produksi. Staf pengembangan produk selalu tertarik membuat perbaikan sebuah produk. Karena cenderung melihat perkembangan produk sebagai sesuatu yang harus berkembang, mereka mungkin tidak pernah menyelesaikan produk. Namun, sebagaimana yang telah kita simak sebelumnya, perkenalan produk yang terlambat dapat mengakibatkan biaya yang tinggi. Walaupun terdapat tekanan konflik ini, manajemen harus membuat sebuah keputusan untuk mengembangkannya lebih lanjut atau melakukan produksi.
            Saat keputusan dibuat, biasanya ada satu periode produksi percobaan untuk memastikan desainnya benar-benar dapat di produksi. Ini merupakan uji kemampuan untuk di produksi. Percobaan ini juga memberikan staf operasi kemungkinan untuk mengembangkan peralatan yang sesuai, prosedur pengendalian kualitas, dan pelatihan karyawan untuk memastikan produk dapat dimulai dengan sukses. Pada akhirnya, saat produk dianggap dapat dipasarkan dan diproduksi, manajemen lini akan menerima tanggung jawab.


BAB III
KESIMPULAN
Ø  Proses Desain produk dan jasa mendefinisikan pelanggan sebagai  Sasaran utama jangka panjang sebuah perusahaan secara garis besar dapat dilihat dalam rumusan visinya, dan upaya untuk mencapainya dijabarkan dalam misi perusahaan, adapun proses desain akan efektif jika bisa memenuhi proses sbb :
·         Karakteristik produk atau jasa selaras dengan persyaratan kebutuhan pelanggan
·         Pastikan bahwa persyaratan kebutuhan pelanggan dipenuhi secara paling sederhana dan paling murah
·         Kurangi waktu yang diperlukan untuk mendesain suatu produk atau jasa baru
·         Memperkecil revisi yang diperlukan untuk membuat suatu desain yang dapat dikerjakan
Ø  Proses Desain produk dan jasa merupakan suatu kegiatan yang senantiasa berlangsung secara lintas departemen dan fungsional, menekankan adanya interaksi masukan atau pemikiran,koordinasi, dan tindakan dari fungsi pemasaran, kerekayasaan industrial, produksi, sumber daya manusia, dan hukum.
Ø  Beberapa definisi siklus hidup produk
a.    Siklus hidup produk
Produk – produk dilahirkan, mereka hidup dan mati, mereka disingkirkan oleh masyarakat yang terus berubah. Siklus hidup produk berusia hanya beberapa jam (  koran ), bulan ( model baju ), tahun ( rekaman piringan hitam ), atau dekade ( Volswagen beetle )
b.    Siklus hidup dan strategi
Sebagaimana para manajer operasi harus siap mengembangkan produk baru, mereka.
Ø  Produk telah berkembang dari sebuah ide menjadi definisi yang fungsional, kemudian mungkin menjadi sebuah desain. Sekarang, manajemen harus membuat keputusan untuk mengembangkan ide produk tersebut lebih lanjut dan memproduksinya, atau menghentikannya.satu dari seni manajemen modern adalah mengetahui kapan memindahkan sebuah produk dari tahap pengembangan ke tahap produksi, pemindahan ini dikenal sebagai sebagai transisi menuju produksi.