Rabu, 25 Oktober 2017

Pendidikan MengantarkanMu Menuju Hidup Berwawasan

Pendidikan adalah dasar membangun sebuah negara yang kuat. Namun, apa jadinya jika masih banyak orang yang memiliki tingkat pendidikan rendah? Hal itu terjadi di Desa Kanreapla, Gowa, Sulawesi Selatan.

Sebagai seorang pemuda, Jamaluddin sadar untuk turut serta meningkatkan kualitas pendidikan di desa tersebut. Kesadaran Jamaluddin dibuktikan melalui "Rumah Koran". Apa itu Rumah Koran?

Simak selengkapnya di

http://satu-indonesia.com/satuindonesiaawards/detail-peserta/94

#Astra60 #SATUIndonesia

Kamis, 24 Agustus 2017

Mengubah Situasi dan Mengubah Diri Sendiri


Ketika Kita dihadapkan dengan Masalah Sampah tentu itu menjadi sesuatu yang membutuhkan perhatian serius untuk menanganinya. Sampah adalah limbah yang berasal dari manusia itu sendiri. 
sampah plastik dan sampah lainnya membutuhkan tempat pembuangan dan daur ulang agar tidak menimbulkan dampak pencemaran.

Olah Sampah jadi Uang
Olah Sampah Jadi Bisnis
 

Minggu, 16 April 2017

Gerakan Literasi Melalui Rumah Koran



Majukan pertanian dengan konsep Literasi, Pagi, Siang dan Sore di lahan untuk bertani  dan waktu malam di gunakan untuk diskusi, baca buku dan menulis. Petani hari ini adalah kekinian, yaitu modern, canggih, terbuka dan mempunyai akses yang luas.
Petani hari ini terbuka yakni tiap petani mempunyai Sosial media, aktif memanfaatkan teknologi, pengalaman – pengalaman dan ilmu – ilmu baru yang di inginkan mudah di dapatkan oleh mereka karena media internet mampu mengantarkan mereka kepada Om Google sehingga ilmu pertanian yang di butuhkan mudah di dapatkan petani.
Petani Literasi adalah petani yang kreatif, inovatif dan kritis, karena petani literasi mampu melihat kebutuhan dan hak yang harus di peroleh oleh mereka. Petani literasi akan menuangkan gagasan, harapan dan ketidak sesuaian pemangku tugas dan jabatan dalam ruang lingkup pertanian.

Minggu, 26 Maret 2017

Rumah KORAN Wadah Belajar Petani



                                                                        RUMAH KORAN
 
Rumah Koran adalah Wadah belajar baik anak petani maupunpetani itu sendiri, Rumah Koran merupakan Rumah Baca Petani,  di mana petani pada umumnya tidak bisa baca tulis sehingga melalui wadah Rumah Koran mereka dapat belajar mengeja, para petani bisa berlatih untuk membaca.

Latar Belakang dari Lahirnya Rumah Koran adalah karena masih banyak anak petani yang putus sekolah dan masih banyak petani yang tidak bisa Baca Tulis atau buta huruf
Rumah Koran merupakan bagian dari Gerakan Cerdas Anak Petani, di era globalisasi banyak alat teknologi canggih yang harus bisa digunakan oleh petani sehingga mereka di tuntut untuk bisa menggunakan teknologi tersebut , baik mesin pertanian, leptop dan hp, tujuannya adalah agar alat – alat tersebut bisa membantu petani dalam bekerja.

Jumat, 17 Maret 2017

Bangga Jadi Petani Karena Makanan Dari Proses Pertanian



‘’Jangan Malu Jadi Petani
Karena Makanan Hasil Dari Proses Pertanian’’

Kadang Kala kita sebagai petani merasa minder dan tidak PD mengakui identitas diri kita, identitas yang telah melekat dan mampu melahirkan makanan atau pangan untuk orang lain. Bertemu dengan orang – orang yang berprofesi dikantoran punya jabatan dan berpangkat, kita sebagai petani merasa rendah dan malu bergaul dengan mereka.

Tentu hal itu adalah hal yang keliru dan tidak boleh diteruskan, sebab kehidupan Manusia tidak akan berlanjut tanpa adanya petani, tanpa adanya sebuah proses budidaya pertanian.
Faktanya adalah Kami petani masih bisa hidup tanpa profesi lainnya, kita mengambil perumpamaan dan kembali ke zaman dahulu, bahwa nenek moyang kita pernah hidup tanpa menjadi orang kantoran atau PNS, tetapi tanpa petani mereka juga harus berpindah – pindah tempat tinggal untuk berburu demi bertahan hidup.